Testimoni

HOME   /   TESTIMONI

SERING MIMISAN KARENA SINUSITIS, TAPI SEKARANG KEMBALI FIT

Sejak tahun 2014, saya sering mengalami mimisan. Hal tersebut sungguh mengganggu aktivitas dan membuat saya khawatir akan kesehatan. Hingga akhirnya saya berkonsultasi dengan dokter dan didiagnosa penyebab mimisan tersebut adalah dari sinusitis saya. Saya pikir, setelah operasi akan sehat kembali, ternyata saya masih sering mimisan.

Kemudian saya ditawari istri untuk konsumsi produk HDI. Produk yang saya coba adalah Clover Honey, Propoelix dan HDI Pollenergy 520. Setelah rutin mengkonsumsi produk HDI selama kurang lebih 2 minggu, keadaan saya berangsur membaik meskipun aktifitas saya tetap padat. Biasanya saya sering kecapekan, namun sekarang tidak. Dan yang paling penting adalah saya tidak pernah mimisan lagi.

Sekarang tubuh saya sangat fit dan ketika cek kesehatan, hasilnya selalu bagus. Terimakasih HDI

DIABETES : BATAL AMPUTASI KARENA HDI

Ibu Warini namanya usianya 64 tahun. Sudah hampir 6 tahun menderita diabetes, namun awalnya tidak merasakan apa-apa hanya kadang-kadang merasa lemas saja. Sehingga hanya berobat di Puskesmas terdekat. Setelah ada Luka kecil di kaki yg tak kunjung sembuh, akhirnya di periksa ke dokter dan kadar gulanya sampai 480mg. Luka semakin lama semakin membesar. Dan akhirnya di bersikan di dokter beberapa kali, dan sembuh setelah 1 bulan.

Tapi entah mengapa luka yg sudah mngering itu tiba-tiba timbul seperti bisul dan saat pecah, lukanya kembali membesar dan membesar. Kemudian beliau di rujuk ke RS oleh dokter umum. Karena kondisinya semakin lama semakin melemah, bahkan tidak bisa berjalan dan drop.

Beliau di rawat di RS selama 5 hari. Dan melakukan operasi kecil. Namun, setelah 1 minggu luka tidak kunjung redan dan malah semakin parah. Akhirnya dokter menyarankan AMPUTASI. Namun Ibu Warini dan keluarga menolak untuk di amputasi. Dan beliaupun meminta pulang. Bertemulah beliau dengan Bu Masni dimana beliau berbagi tentang HDI dan alhamdulillah keluargnya mau mencoba Produk HDI Paket power pack dan Aloe Propolis Cream. Pada waktu itu dosisnya semua 3×1 (Polen,Royal Jelly, Propoelix & Clover Honey) untuk pembersihan luka pun awalnya menyewa perawat setempat selama 1 minggu bersama mengoleskan Aloe Propolis Cream (dicampur propoelix dan clover honey).

Luar biasa, satu hari menggunkan racikan Salep HDI itu, luka tadi TIDAK bau busuk dan di hari kedua tidak lagi ada nanah. Akhirnya 1 minggu saja sudah terlihat perubahanya. Itupun beliau tetap mengonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter.

2 minggu kemudian sudah terlihat tumbuh jaringan baru dan jaringan yang mati sudah mengelupas. Semenjak saat itu perkembangannya cepat sekali dan kadar gula pun STABIL di angka 180 dan 102.

Sampai sekarang dibulan ke 3. Beliau sudah bisa berjalan kembali. Dan tidak jadi diamputasi. Sampai sekarang beliau masih mengkonsumsi produk HDI dan pelan-pelan melepas obat-obat kimia. Terima kasih HDi

SEMPAT MEDERITA TBC PARU-PARU, AZRIEL KEMBALI SEHAT

Awal tahun 2018 yaitu bulan Februari, Azriel mengalami keluhan batuk yang tidak sembuh-sembuh. Sampai akhirnya setelah 2 minggu lebih, Azriel dibawa ke Pukesmas untuk berobat. Oleh puskesmas kemudian dirujuk ke RS dengan tujuan Poli Anak. Setelah diperiksa dengan foto rontgent di RS, hasilnya Azriel positif terkena TBC Paru. Saya (Froni) sebagai seorang ayah sungguh merasa sedih mengetahui anak kesayangan saya terkena penyakit tersebut.

Azriel menerima pengobatan dari RS namun belum ada perkembangan berarti lantaran ia masih sering batuk-batuk.Hingga akhirnya pada bulan Juni disarankan oleh dokter untuk foto ulang. Sepuluh hai sebelumnya, saya dianjurkan oleh dr. Elly untuk memberikan Propoelix dengan harapan TB-nya cepat sembuh.

Foto ulang dilakukan pada 26 Juni 2018 dan hasilnya dinyatakan membaik. Keadaan umum Azriel semakin baik dan tidak batuk lagi. Sungguh progress yang luar biasa setelah konsumsi Propoelix. Namun, saya tidak berpuas tentang hal tersebut. Propoelix tetap saya berikan kepada Azriel dibarengi dengan KIDS 3, Clover Honey dan beberapa obat TB dari RS. Pada 27 Okt 2018, dilakukan foto ulang dan anak saya sudah dinyatakan sembuh. Terima kasih Tuhan, Terima kasih HDI telah mempercepat penyembuhan anak saya.

VIRUS CMV (cytomegalovirus) TUMBUH KEMBANG TERHAMBAT

Hamzah mengkonsumsi produk HDI sejak akhir November 2018 yaitu produk Honey Bee PollenS dan Clover Honey. Di usia dua tahun, yakni bulan Februari 2019, ia mulai mengkonsumsi KID3. Hamzah mengalami gangguan tumbuh kembang karena terinfeksi CMW dan harus menjalani fisioterapi tumbuh kembang tiap satu minggu sekali. Namun karena daya tahan tubuhnya rendah, ia jadi sering sakit dan membolos fisioterapi. Sejak mengkonsumsi produk HDI, perlahan-lahan daya tahan tubuhnya menjadi lebih baik. BAB menjadi lebih lancer dan sudah jarang sakit. Jika Hamzah sakit pun tidak sampai drop dan segera pulih lagi. Berat badan yang tadinya susah naik sekarang sudah membaik. Hamzah sekarang lebih teratur fisioterapinya dan sudah mulai bisa berjalan dengan berpegangan.

Sebelumnya, Hamzah harus mengkonsumsi obat-obatan untuk merangsang perkembangan otaknya dan vitamin untuk daya tahan tubuhnya. Sudah banyak yang dikeluarkan untuk melakukan terapi dengan obat dan vitamin tetapi sayangnya, tidak ada peningkatan yang berarti. Namun dengan mengkonsumsi KID3, Hamzah sudah mendapatkan manfaat dari mulai perkembangan otaknya, daya tahan tubuhnya dan berat badan yang sesuai dengan umurnya. Alhamdulilah giginya sudah penuh sampai gigi geraham dan sudah bisa berjalan. Kami menjadi bahagia melihat perkemTerima kasih HDI!

Hamzah Abdilah C (2.5 tahun) – Cilacap

TERBEBAS DARI ACUTE LYMPHOCYTIC LEUKIMIA

Awal bulan maret 2019, Nizam melakukan pemeriksaan laboratorium dan didiagnosis dokter Acute Lymphocytic Leukimia (ALL) atau yang sering dikenal dengan kanker darah putih. Ia sempat menjalani transfusi darah untuk menaikan HB. Setelah transfusi dirujuk ke RSCM Jakarta untuk tes sumsum tulang atau Bone Morrow Puncture (BMP). Dua hari setelah BMP anaknya tidak bisa jalan. Kemudian dikenalkan oleh seorang dokter di HDI Palembang tentang produk HDI.

Sejak saat itu, Nizam mengonsumsi produk HDI per 30 Maret 2019. Selain menjalani pengobatan medis, Nizam rutin mengonsumsi CLOVER HONEY, PROPOELIX, ROYAL JELLY LIQUID dan KID3. Dan merasakan efek samping kemoterapi sangat berkurang. Sebelumnya efek samping yang dirasakan sering mengalami mual dan muntah dan lelah sehabis proses kemoterapi. Namun efek-efek tersebut secara signifikan berkurang semenjak rutin mengonsumsi produk HDI. Memang sangat terbantu dengan HDI karena fisik menjadi kuat dan bertenaga. Setelah konsumsi produk HDI selama 2 bulan dan menjalani 12 kali kemoterapi (dengan melakukan BMP ke 2 kali), maka dinyatakan sel kanker sebesar 0%. Terima kasih HDI.

THYPUS & DBD : BERES… TIDAK PERLU MASUK IGD

Saya mengenal produk HDI pertama kali waktu itu saya mengalami sakit tulang belakang dan kelebihan berat badan. Namun karena produk HDI, sakit saya berkurang dan berat badan saya sudah turun 20 kg.

Kehebatan produk HDI tak berhenti disitu, saat itu suami saya selalu mengalami meriang dan sakit kepala. Awalnya suami hanya minum obat-obatan saja. Namun karena sudah tidak kuat menahan sakitnya, akhirnya suami saya berobat ke dr. Djono Koesanto, MPH. dan langsung pemeriksaan di laboratorium (cek darah). Dokter mendiagnosis suami saya terkena typhus dan demam berdarah, namun karena trombosit suami masih tinggi, jadi tidak dirawat inap. Dokter hanya memberikan obat untuk suami saya selama tiga hari.

Tiga hari kemudian, tepatnya pada pagi hari, suami saya kembali lagi ke dokter dan menjalani cek laboratorium kembali. Hasilnya pun tidak sesuai harapan, bukan sembuh, suami saya malah drop. Dokter pun menyarankan suami saya masuk IGD. Saat itu suami saya langsung mengonsumsi Propoelix Plus, dan kehebatan Propelix Plus terbukti kembali. Malam harinya, suami saya memeriksa kembali di laboratorium dan hasilnya normal, suami saya tidak perlu dirawat di rumah sakit.

FLU SINGAPURA: MENGANCAM NYAWA ANAK JIKA DIANGGAP SEPELE

Flu Singapura adalah penyakit berjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA. Dalam dunia kedokteran, Flu Singapura dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dn Mulut (KTM). Di dalam Genus Enterovirus terdiri dari VIRUS Coxsackie A, VIRUS Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus.

GEJALA
Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki, dan mungkin di bagian popok. Gejala seperti flu pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus di mulut seprti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh memerah/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Bila ada muntah, diare, atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.

Jenis virus tertentu gejalanya dapat lebih parah yaitu : Demam tinggi lebih dari 38 C selama 2 hari. Ada gejala flu, sesak napas, kejang-kejang, ulkus, seriawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan.

Jika timbul gejala seperti ini harap sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian. Tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga lepuh kering.

Umumnya peyakit ini akan membaik sendiri dalam kurun waktu 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat di rumah sakit. Namun, apabila gejalanya cukup berat, maka penderita harus secepatnya dibawa ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut. Pada tingkat yang parah, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi seperti lumpuh kayu akut, radang otot jantung, radang otak, radang selaput otak, bahkan kematian. Semakin rendah imun tubuh, gejala yang nampak akan semakin berat dan mudah mengalami komplikasi.

Bila seseorang sudah terkena penyakit ini, maka penderita harus istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, berikan tambahan suplemen vitamin. Tidak ada pengobatan yang spesifik, jadi hanya diberikan pengobatan sesuai gejala yang menyertai, misalnya obat demam bila demam, obat pilek bila disertai pilek, dan obat untuk luka di mulut untuk meringankan sakit ketika makan.

PCOS… MUSTAHIL SAYA HAMIL, TAPI ALLAH SUNGGUH BESAR!

Nama saya Indah Lutfatin, saya tinggal di kota Magetan. Dokter memvonis saya menderita Polikistik Ovarium (PCOS). Selama tiga tahun saya menikah belum dikaruniai momongan. Awalnya pada tahun 2009 setelah saya menikah tiga bulan, tidak mendapatkan menstruasi sehingga saya pikir saya hamil. Kemudian, saya mencoba untuk cek dengan menggunakan testpack dan ternyata hasilnya negatif.

Berkali-kali saya test-pun hasilnya tetap sama negatif. Saya ke dokter kandungan untuk memeriksakan ternyata hasilnya juga sama negatif. Dokter menyatakan bahwa “Sebenarnya rahimnya sehat tidak ada masalah.” Tidak ditemukan benjolan atau hal yang lain dalam rahim saya. Tahun 2010 saya kembali periksa ke dokter kandungan di RSUD Kota Madiun. Hasil USG menyatakan bahwa rahim saya tidak bermasalah. Kemudian dokter memberikan resep kepada saya agar saya bisa menstruasi. Saya mengkonsumsi resep itu selama tiga bulan dan akhirnya saya bisa menstruasi. Saya pikir menstruasinya terjadi secara tidak alami karena harus dirangsang dengan obat.

Setelah bisa menstruasi dokter menyarankan untuk mengikuti program hamil. Saya pun menyetujui “Baik dok, saya setuju dengan program hamil”. Dokter memberikan obat penyubur dan saya konsumsi obat-obatan tersebut. Beberapa hari kemudian saya kembali lagi ke dokter untuk kontrol. Dari hasil USG transvaginal terlihat bahwa sel telur saya itu tidak bisa matang dan terlihat jelas dalam layar USG bahwa terdapat kista kecil-kecil dalam indung telur. Dokter mengatakan bahwa ini yang disebut Polikistik Ovarium dan ini yang menjadikan sulitnya kehamilan.

Dokter memberikan saran agar melakukan terapi. Semoga dengan terapi dan program hamilnya tetap dilanjutkan nanti bisa berhasil hamil. Dokter memberikan resep untuk mengkonsumsi obat yang digunakan untuk mengobati kista. Setelah mengkosnsumsi selama tiga bulan kemudian diberikan obat penyubur dan kemudian dicek kembali kondisi sel telurnya. Hasilnya, sel telur saya tetap tidak bisa matang karena pengaruh dari kista yang kecil-kecil tersebut. Dokter memberikan obat dengan melanjutkan resep untuk terapi selama satu tahun. Ternyata lagi-lagi sel telurnya tidak bisa matang karena kistanya belum hilang. Dokter sudah menyampaikan bahwa penderita Polikistik Ovarium kalau ingin punya anak atau keturunan memang harus bersabar saat itu saya kecewa.

Setelah melakukan terapi dan tidak ada perubahan sama sekali. Dokter menyarankan saya agar mengikuti program bayi tabung dan mengikuti perawatan intensif di klinik infertilitas di Surabaya. Saya membicarakan hal ini kepada suami dan kami putuskan untuk tidak melakukan saran dari dokter tersebut. Untuk sementara kami hentikan untuk program hamilnya terlebih dahulu.

Karena sudah lelah berobat, akhirnya saya pun mencoba untuk ke beberapa pengobatan alternatif. Saya mencoba minum jamu, pijat perut dan banyak hal tetapi belum berhasil hamil saat itu. Saya mulai penasaran apa sebenarnya Polikistik Ovarium itu. Bagaimana caranya bisa sembuh dari penyakit tersebut. Kemudian saya mencari referensi dengan browsing di internet dan ada seorang penderita Polikistik Ovarium yang teratasi setelah minum Royal Jelly.

Singkat cerita, sayapun mencoba produk perlebahan HDI yang sebelumnya sudah saya kenal sejak kuliah dulu. Saya mencari produk centernya HDI di Ngawi kebetulan sekali dekat dengan tempat saya mengajar. Saya membeli satu paket produk perlebahan HDI yaitu Royal Jelly, Bee Propolis, Pollenergy, dan Clover Honey. Saya mengkonsumsi Royal Jelly 1 sendok takar sebelum tidur. Kemudian Bee Propolis 2×1 sebelum sahur dan sebelum berbuka puasa. Kebetulan saat itu adalah waktu bulan puasa. Begitu juga Pollenergy 2×1 dan Clover Honey juga 2×1.

Seminggu kemudian setelah konsumsi saya merasakan badan segar kemudian nafsu makan juga mulai membaik. Ketika saya terapi dan minum obat dokter, saya merasakan mual, pusing, bahkan tidak bisa makan. Selain saya fit kemudian nafsu makan mulai membaik, lebih dahsyatnya lagi saya merasakan seperti mengalami fase subur seperti tandanya nyeri perut di bawah dan keluar cairan. Sebelumnya, saya tidak pernah mengalami tanda-tanda demikian.

Saya tetap melanjutkan konsumsi produk HDI selama kurang lebih tiga minggu. Saya menunggu menstruasi saat itu mendekati lebaran. Saya ragu mengapa saya belum juga mendapatkan menstruasi. Sebenarnya saya takut jadi masalah baru selain Polikistik Ovarium. Saya iseng melakukan tes dengan testpack ternyata hasil testpacknya positif. Sepertinya terkejut dan bahagia juga ragu.. “Apakah iya saya hamil!” Berkali-kali melakukan testpack dengan merek yang berbeda dan hasilnnya juga positif. WOW! Saat itu saya bahagia sekali sempat tidak percaya bahwa saya bisa hamil.

Saya putuskan mengunjungi dokter kandungan dan hasilnya memang positif hamil. Langsung dilakukan USG tetapi belum terlihat dengan jelas calon janinnya karena masih dalam hitungan beberapa minggu saja. Sebulan kemudian dokter meminta saya untuk cek kembali USG untuk meyakinkan sudah terbentuk janin. Saat melihat sudah ada janin di dalam rahim, rasa sangat bahagia melingkupi hidup ini. Alhamdulillah, tepatnya Maret 2012, jagoan kecil saya sudah lahir dengan sehat dan tidak kurang suatu apapun.

ASI eksklusif selama dua tahun dan masih tetap mengkonsumsi produk perlebahan HDI. Alhamdulillah, saat ini saya sudah memiliki dua jagoan. Dan sungguh kebahaagiaan yaang luar biasa yang saya rasakan dan tidak tergantikan oleh apapun. Untuk teman-teman yang memiliki kasus yang sama seperti saya tetap semangat dan konsumsi produk perlebahan HDI. Terimakasih HDI!

AUTOIMUN MEMBUATKU MENDERITA, TERIMA KASIH HDI

Saya dr. Zulfian Muslim, dokter umum yang bekerja di dinas kesehatan kota Bitung. Tahun 2015 saya pensiun. Sebulan setelah pensiun mulailah segala kesakitan saya rasakan. Pertama-tama kaki kiri membengkak, nyeri, disertai demam. Saat dioperasi keluar kristal kristal kapur dari tulang.

Saya sembuh setelah 3 bulan berobat, tapi saya mendapat sakit lainnya. Tiba tiba suatu pagi saya saya merasakan nyeri dada, mula-mula sedikit lama kelamaan menetap sesuai denyut jantung. Waktu itu saya sendiri di rumah, beruntung istri pulang di rumah siang hari karena mau makan siang. Saya dilarikan ke IGD Rsud kota Bitung. Sampai di IGD saya pingsan, ketika sadar saya berada di ICU .

Setelah sadar saya diberi thromboaspilet dan isosorbid dinitrat setiap 1 jam. Nyeri dada hilang tetapi saya melena, yaitu BAB seperti ter hitam. Saya dipindahkan ke ICU rumah sakit Kandouw Manado. Sebulan saya di ICU RSUP otot-otot saya melemah (diuse Atrophy), tulang tulang sakit ketika digerakkan. Setelah keluar rumah sakit saya sering sesak napas (asthma bronchial). Saya mendapat obat obat asthma seperti dexamethasone, salbutamol,berothec dll. Ternyata salbutamol membuat jantung saya berdebar debar akhirnya saya di rawat di RSUD Bitung saya di pasangkan nebulizer 3x sehari selama 1 minggu.

Saya mengkomsumsi juga obat jantung isosorbid dinitrat, nitrokaf, clopidogrel, allopurinol 300 mg,bisoprolol fumarat, dan setelah 3 bulan sesak napas saya berkurang, tapi tiap pagi keluar ingus encer dan hidung tersumbat. Karena terlalu lama minum korticosteroid akibatnya saya menjadi gemuk yang tidak sehat. Saya menderita cushing syndrome muka bulat dan perut buncit.

28 Nopember 2015 saya sakit jantung dan ada sumbatan di arteri coroner anterior sehingga dipasang stunting (ring) 1 buah. Selain jantung saya mempunyai maslah kesehatan lain yaitu asam urat saya yang naik terus okt 2015= 7,9 gr%,maret 2016= 6,2gr%, maret 2017= 9,6gr%. Tahun 2017 saya di rujuk ke dokter internis ahli alergi dan ketika di lakukan tes ternyata seluruh makanan yang biasa saya makan dan obat-obatan yg saya minum merupakan penyebab saya alergi (obat jantung dan obat asam urat dll). Saya diberi immunoglobulin dan semua obat-obatan dihentikan dan makanan penyebab alergi dilarang. Obat jantungnya juga diganti. Setelah semua dihentikan keadaan tidak begitu membaik, karena saya menjadi lemah.

Saya diberi imunomodulator (imboost) dan prebiotik (interlac) tapi tetap saja tidak ada kemajuan yang berarti buat tubuh saya. Karena diet yang terlalu ketat berat badan saya turun pada bulan Maret 2018 dari 83 kg menjadi 58 kg. Tulang tulang saya sakit semua, muka pucat, pusing pusing, anemia (HB 8 gr%). Kalau saya terlalu sesak saya harus masuk rumah sakit lagi.

Berjalan 20 meter saya sesak napas. Berdiri lama saya tidak kuat, duduk lama pun saya merasa kesakitan. Dan yang paling menyedihkan adalah saya tidak bisa sholat, sehingga saya sholat sambil duduk, saya tidak bisa jongkok. Beruntung ada teman sejawat yaitu dr. Eli yang peduli dan memperkenalkan produk HDI pada bulan April 2018. Tanpa pikir panjang karena HDI semua berbahan natural maka saya langsung mengkonsumsinya.

Tiga (3) hari setelah mengkonsumsinya, saya langsung bisa praktek lagi dan 2 minggu kemudian saya bisa ke Surabaya dengan tubuh yang bugar. Sebelumnya, saya rasa hal tersebut tidak mungkin saya lakukan karena penyakit autoimun yang saya derita. Dan satu hal yang paling membahagiakan saya adalah saya bisa sholat tanpa bantuan kursi lagi. Saya bisa berjalan jauh tanpa sesak lagi bahkan bisa mengendarai sepeda motor dan mobil lagi.